Cari Blog Ini

Tampilkan postingan dengan label BEDAH. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BEDAH. Tampilkan semua postingan

12/05/16

PENGGUNAAN ATS / ADS



Memberikan suntikan ATS/ADS kepada pasien TTT, untuk menetralisir Endotoxin yang dihasilkan oleh kuman tetanus / difteri sehingga mencegah prognosa yang jelek, disuntikan secarav IM ( Intra Muskular )
Gunanya untuk :
·         Menetralisir endotoxin dari kuman tetanus / difteri
·         Mengurangi kematian dan kecacatan
Operasional dilakukan pada :
·         Pasien tetanus / tetanus neonaterum
·         Pasien difteri
A. PERSIAPAN
I.   Persiapan Klien
- Pasien diberi penjelasan tentang tindakan yang akan dilakukan
II.  Persiapan Alat
- Bak spuit, Disposible 3 ccC 3 buah
- Disposisble 5 cc 1 buah
- Kapas alkohol
- Bengkok
B. PELAKSANAAN
- Perawat cuci tangan
- Pasien diberitahu prosedur yang akan dilakukan
- Sebelum disuntikan lakukan skin test dulu secara intra cutan
- Amati reaksi Skin test
a. Bila hasil negatif ( -) ATS/ADS langsung disuntikan secara intra muskuler ( IM )
b. Bila hasil (+) positif, obat harus disuntikan secara besredka
- Cara pelaksanaan suntikan Besredka :
i. 0,1 ATS / ADS + 0,9 NaCl, disuntikan secara Intra Cutan
ii. 0,5 ATS / ADS + 0,5 NaCl, disuntikan secara Sub Cutan, tunggu sampai 30 menit, pada deltoid kanan
iii. 0,5 ATS / ADS + 0,5 NaCl, disuntikan secara Sub Cutan, pada deltoid kiri tunggu 30 menit
iv. Selanjiutnya sisa obat diberikan secara Intra Muskuler
C. EVALUASI
Mencatat hasil tindakan dan respon pasien pada dokumen asuhan keperawatan

20/06/13

LIPOMA



a.       Definisi
Lipoma adalah tumor jaringan lunak yang paling sering ditemukan. Tumor ini dapat muncul dimana saja di tubuh, tetapi umumnnya ditemukan pada jaringan subkutis orang dewasa.13 Lipoma merupakan neoplasma jinak dari sel-sel lemak dan kebanyakan berasal dari lapisan lemak bukal. Massa mengandung sel-sel lemak yang terbungkus dan dilapisi mukosa.3
Lipoma yaitu neoplasma jinak yang konsistensinya lunak, sering mempunyai kapsul, kadang-kadang tumbuh infiltratif. Letaknya subkutan, jarang intramuskuler serta bisa tumbuh di semua tubuh.9 Lipoma dapat terjadi setiap waktu sejak pubertas pada wanita dan pria dan dapat ditemukan di semua bagian tubuh.7
b.      Epidemiologi
Lipoma merupakan tumor jinak jaringan mesenkim yang tersering dengan prevalensi rata-ratanya 2,1 per 1000 penduduk.12 Lipoma dapat terjadi setiap waktu sejak pubertas pada wanita dan pria dan dapat ditemukan di semua bagian tubuh.7 Angka kejadian ini tidak dominan pada laki-laki maupun perempuan tetapi lebih sering pada dekade lima dan enam usia seseorang. Lipoma lebih sering ditemukan pada wanita karena wanita memiliki massa lemak yang lebih banyak dari pria. 12
c.       Etiologi
Penyebab lipoma tidak diketahui dengan pasti, namun karena merupakan tumor jinak sehingga ada kemungkinan bahan-bahan kimia yang karsinogen, lingkungan, genetik dan faktor imunologi juga berperan. Ada suatu sindrom yang disebut hereditary multiple lipomatosis yaitu seseorang yang memiliki lebih dari 1 lipoma pada tubuhnya. Selain itu kegemukan tidak menyebabkan terjadinya lipoma.13 Diperkirakan bahwa trauma dapat memicu proliferasi jaringan lemak dan menyebabkan suatu lipoma. Lipoma dapat timbul karena aktifitas mitosis dari sel-sel lemak yang disebabkan oleh suatu trauma atau karena mekanisme dari metabolisme yang cepat dan diperkuat oleh faktor herediter.11
d.      Patofisiologi
Jaringan lemak berasal dari jaringan ikat yang berfungsi sebagai depot lemak. Jaringan lemak ini adalah jaringan yang spesial terdiri dari sel spesifik yang mempunyai vaskularisasi tinggi, berlobus dan berfungsi sebagai depot lemak untuk keperluan metabolisme. Sel-sel lemak primitif biasanya berupa butir-butir halus di dalam sitoplasma. Sel ini akan membesar sehingga akhirnya derajat deposisi lemak menggeser inti ke arah perifer. Jaringan lemak berasal dari sel-sel mesenkim yang tidak berdiferensiasi dapat ditemukan di dalam tubuh. Beberapa sel ini menjadi jaringan sel lemak yang matang membentuk lemak dewasa. Terjadinya suatu lipoma dapat juga disebabkan oleh karena adanya gangguan metabolisme lemak, pada lipoma terjadi proliferasi baik histologi dan kimiawi, termasuk komposisi asam lemak dari jaringan lemak normal. Metabolisme lemak pada lipoma berbeda dengan metabolisme lemak normal, walaupun secara histologi gambaran sel lemaknya sama.4
Pada lipoma dijumpai aktivitas lipoprotein lipase menurun. Lipoprotein lipase penting untuk transformasi lemak dalam darah. Oleh karena itu asam lemak lipoma lebih banyak dibandingkan dengan lemak normal. Hal ini dapat terjadi bila seseorang melakukan diet, maka secara normal depot lemak menjai berkurang, tetapi lemak pada lipoma tidak akan berkurang bahkan bertambah besar. Ini menunjukkan bahwa lemak pada lipoma bukan merupakan lemak yang dibutuhkan oleh tubuh.9
e.       Gejala Klinis
Lipoma biasanya bersifat lunak pada perabaan, dapat digerakkan dan tidak nyeri. Pertumbuhannya sangat lambat dan jarang sekali menjadi ganas. Lipoma kebanyakan berukuran kecil namun dapat tumbuh hingga mencapai lebih dari diameter 6 cm. Dari pemeriksaan fisik bisa didapatkan :
1)      Nodul subkutan ukuran rata-rata 2-10 cm
2)      Sering berlobus
3)      Dapat dimobilisasi
4)      Konsistensi kenyal
5)      Kulit di atas lesi normal
Diagnosis lipoma dapat ditegakkan dari anamnesis dan gambaran klinis atau dari fine needle biopsy.16
Jika massa yang didapatkan sangat besar dan sudah menginvasi jaringan sekitar, risiko untuk terjadinya maligna lipoma (liposarcoma) meningkat sehingga membutuhkan pemeriksaan laboratorium dengan menggunakan sedikit sampel jaringan (biopsi). Melalui pemeriksaan ini bisa dibedakan massa lipoma jinak atau massa liposarcoma yang ganas.7
f.       Diagnosis
Anamnesis perlu dilakukan untuk menegakkan diagnosis. Anamnesis sangat penting karena memiliki pengaruh 80% untuk menentukan diagnosis. Anamnesis ini meliputi identitas pasien, usia, pekerjaan, dan lain sebagainya. Setelah itu tanyakan keluhan utama pasien dan sudah berapa lama pasien mengalami keluhan tersebut. Hal yang penting ditanyakan pada penderita adalah riwayat penyakit, penggunaan obat-obatan maupun penyakit yang diderita oleh keuarga serta penyakit lain baik sekarang maupun masa lampau, dan kebiasaan tertentu.17
Anamnesis tidak perlu terperinci, akan tetapi dapat dilakukan lebih terarah kepada diagnosis banding setelah inspeksi. Anamnesis terarah biasanya ditanyakan pada penderita bersamaan dilakukan inspeksi untuk melengkapi data diagnosis. 17
Pemeriksaan fisik diawali dengan melakukan inspeksi. Pada pemeriksaan fisik dapat digunakan kaca pembesar apabila diperlukan. Pemeriksaan ini mutlak dilakukan pada ruangan terang. Anamnesis dapat dilakukan bersamaan dengan inspeksi. Perlu juga ditanyakan apakah keluhan ada di tempat lain, oleh karena itu, inspeksi seluruh kulit tubuh juga penting untuk dilakukan. 17
Pada inspeksi diperhatikan lokalisasi, warna, bentuk, ukuran, penyebaraan, batas, dan effloresensi yang khusus. Setelah inspeksi dilakukan palpasi dan ditanyakan kepada pasien apakah ada nyeri tekan yang dirasakan. Pada pemeriksaan ini diperhatikan adanya tanda-tanda radang akut atau tidak. 17
Diagnosis lipoma dapat dilakukan dengan pemeriksaan sederhana, namun jika lipoma besar dan menyakitkan maka dapat dilakukan tes untuk mengkonfirmasi bahwa benjolan tersebut tidak bersifat kanker. Pemeriksaan yang bisa dilakukan yakni biopsi, computed tomography (CT Scan), atau Magnetic Resonance Imaging (MRI). Biopsi adalah prosedur dimana sepotong kecil jaringan lemak diambil dari lipoma sehingga dapat diperiksa di bawah mikroskop untuk tanda-tanda kanker. MRI menggunakan magnet, gelombang radio dan komputer untuk mengambil serangkaian gambar yang sangat jelas, detail gambar. MRI telah terbukti akurat dalam pemeriksaan, namun pemeriksaan ini mahal. Dengan MRI jaringan lunak seperti lipoma dapat terlihat dengan jelas. MRI menunjukkan hasil yangk 100% sensitif, spesifik dan akurat dalam mengidentifikasi adanya tumor jaringan lunak. Seperti MRI, CT scan adalah prosedur yang juga dapat membuat serangkaian gambar yang mendetail, namun tidak lebih akurat dari MRI. 17
g.      Diagnosis Banding
1)      Higroma kistik
Higroma kistik berasal dari sistem limfe sehingga secara patologi anatomi lebih tepat disebut limfangioma. Anyaman pembuluh limfe yang pertama kali terbentuk di sekitar pembuluh vena mengalami dilatasi dan bergabung membentuk jala di daerah tertentu dan berkembang menjadi sakus limfatikus. Bila hubungan saluran ke arah sentral tidak terbentuk maka timbul penimbunan cairan yang akhirnya membentuk kista yang berisi cairan limfe. Benjolan biasanya telah lama dan bisa sejak lahir tanpa nyeri atau keluhan lain. Benjolan teraba kistik, berbenjol dan biasanya berkonsistensi lunak. Sebagai tanda khas pemeriksaannya adalah tanda transiluminasi positif tampak terang sebagai jaringan yang tembus cahaya.15
2)      Ateroma
Merupakan tumor jinak di kulit yang terbentuk sebagai akibat tersumbatnya muara kelenjar sebasea. Dari pemeriksaan biasana didapatkan massa yang berbentuk bulat atau oval, lokasi di supersifial-subkutan dan berbatas tegas, ada punctum berupa titik kehitaman yang letaknya biasanya di permukaan kulit di tengah massa, konsistensi lunak sampai kenyal dan tidak nyeri. Lokasi predileksi biasanya di daerah berambut seperti kepala, wajah, belakang telinga, leher, punggung dan area genital.16
3)      Fibroma
Merupakan tumor jinak yang berasal dari jaringan fibrous atau sekelompok proliferasi fibroblas yang dibedakan berdasarkan kecenderungan untuk tumbuh secara infiltratif dan banyak kasus post eksisi yang residif.13
h.      Penatalaksanaan
a)      Teknik eksisi
Tujuan dilakukan eksisi lipoma adalah biasanya untuk kepentingan kosmetik. Sebelum dilakukan eksisi lipoma, harus dipersiapkan alat dan bahan yang digunakan. Lipoma dapat dilakukan dalam anestesi lokal maupun umum tergantung pada lokasi dan ukuran lipoma itu sendiri. Posisinya tergantung posisi lesi. Prosedur eksisi lipoma yaitu :
1)      Bersihkan daerah operasi dengan tindakan aseptik
2)      Lakukan anestesi lokal field block infiltrations dengan lidacaine 2%
3)      Tandai batas insisi yang akan dilakukan, linier dengan panjang sejajar dengan garis Langers
4)      Insisi dilakukan di atas lesi sepanjang garis langers sampai subkutis
5)      Dengan menggunakan daun gunting, perdalamkan insisi dan buka ruang antara kapsul dengan jaringan lemak sekitarnya
6)      Gunakan satu jari untuk mengorek lipoma
7)      Hentikan setiap titik perdarahan dengan diatermi atau benang jahit halus yang bisa diserap
8)      Hilangkan sisa ruang dengan beberapa jahitan terputus yang bisa diserap. Kulit ditutup juga dengan beberapa jahitan terputus yang bisa diserap
9)      Kirim massa untuk pemeriksaan patologi anatomi
Beberapa hal yang harus diperhatikan sewaktu melakukan eksisi lipoma yakni untuk meminimalkan panjang insisi, bisa dilakukan sayatan sepanjang 2-3 cm dan insisi ke dalam kapsul. Untuk mengeluarkan lipoma, teknik pencet dapat digunakan dengan memijat lipoma antara telunjuk dan ibu jari. Jika terjadi perdarahan, suction drain kecil dapat dimasukkan.16
  
Indikasi operasi dari lipoma ialah
1.      Diagnosis lipoma tidak menentu
2.      Ukuran lipoma lebih dari 3 inchi, karena semakin besar akan semakin berisiko untuk menjadi keganasan
3.      Lipoma telah mengganggu fungsi organ sekitarnya
4.      Lipoma mengganggu fungsi jaringan sekitar dan tidak dapat digerakkan
5.      Lipoma mengganggu kosmetik, tidak sedap dipandang
Persiapan pre-operasi
1.      Puasa minimal 8 jam sebelum operasi
2.      Mandi pagi seperti biasa sebelum dilakukan operasi
b)      Teknik non eksisi
Disamping teknik operatif, terdapat teknik non operatif yakni teknik injeksi steroid dan lipusuction. Injeksi steroid menyebabkan atrofi lemak yang bersifat lokal, kemudian lipoma mulai mengecil. Injeksi baik dilakukan pada lipoma dengan diameter kurang dari 1 inch. Perbandingan 1:1 campuran antara llidocaine dan triamcinolone acetonide, dalam dosis 10 mg per mL, diinjeksikan pada tengah lesi, prosedur ini dilakukan beberapa kali dengan interval bulan. Volume steroid tergantung pada ukuran lipoma, rata-rata 1-3 mL dari total yang diinjeksikan. Jumlah injeksi tergantung dari respon yang dihasilkan, yang diharapkan muncul dalam 3-4 minggu. Komplikasi amat jarang apabila injeksi memenuhi standar prosedur yaitu jumlah yang sesuai dosis, menempatkan jarum sehingga terletak pada tengah-tengah lipoma. Perawatan ini menyusutkan lipoma tetapi pada umumnya tidak dengan sepenuhnya menghapuskan tumor ini. Steroid suntikan secara khas menggunakan dengan tumor lebih kecil-kecil itu kurang dari 2,5 cm di dalam garis tengah. Suntikan terbaik dilakukan di atas lipoma, kurang dari 1 inch di dalam garis tengah.1
Liposuction dapat dilakukan untuk memindahkan lipoma kecil sampai dengan lipoma yang besar, apabila lokasi lipoma pada daerah kosmetik harus dihindarkan. Eliminasi lipoma secara total tidak biasa dilakukan dengan liposuction. Campuran lidocain biasanya digunakan untuk anestesi pada liposuction. Perawatan ini menggunakan suatu jarum dan suatu semprotan besar untuk memindahkan tumor yang gemuk.14
i.        Komplikasi
Lipoma subkutan jarang menimbulkan komplikasi, tetapi nodul besar dapat mengganggu fungsi otot atau dapat menyebabkan nyeri saraf. Lipoma terjadi pada sendi dapat membatasi gerakan.1
j.        Prognosis
Penyebab lipoma tidak sepenuhnya dipahami, tetapi kecenderungan untuk mengembangkan mereka turun-temurun. Terkadang sebuah cedera ringan dapat memicu pertumbuhan lipoma. Berat badan tidak mempengaruhi kemungkinan lipoma. Beberapa penelitian mengungkapkan bahwa olahraga dapat mengurangi risiko pembentukan lipoma dengan meningkatkan sirkulasi dan mengurangi deposit lemak.1

16/11/12

Cegah Osteoporosis !!



Osteoporosis (tulang keropos) adalah suatu penyakit yang ditandai dengan massa tulang yang rendah dan kerusakan struktur dari jaringan tulang, menyebabkan keregasan tulang dan meningkatkan resiko terjadinya fraktur (patah tulang) terutama pada tulang paha, tulang belakang dan tulang lengan.
 
Insidennya dapat terjadi pada wanita dan laki-laki, dan merupakan suatu penyakit yang dapat dicegah dan diobati.

Apa itu tulang ?
Tulang merupakan jaringan yang hidup dan tumbuh.  Tulang terdiri sebagian besar dari kolagen, suatu protein yang membentuk rangka tulang yang lunak dan kalsium fosfat merupakan mineral yang membuat keras dan kuat rangka tersebut.
Kombinasi dari kolagen dan kalsium membuat tulang lentur dan kuat,  yang akan membantu menahan tekanan. Lebih dari 99% dari kalsium tubuh terdapat pada  tulang dan gigi, sisanya 1 % terdapat pada darah.
Selama hidup anda, tulang yang tua disingkirkan (resorpsi) dan tulang yang baru dibentuk pada rangka (formasi). Selama masa anak-anak  dan remaja, tulang baru di bentuk lebih cepat daripada tulang lama (yang disingkirkan), sehingga tulang menjadi lebih besar, berat dan padat. Formasi tulang lebih cepat dibandingan resorpsi tulang sampai massa tulang puncak (kekuatan dan kepadatan tulang maksimum) yang dicapai sekitar usia 30. Setelah usia ini, resorpsi tulang akan melampaui formasi tulang.
Untuk wanita, kehilangan massa tulang paling cepat terjadi setelah menoupause dan hal itu berlanjut terus. Osteoporosis yang sebagian besar mempengaruhi wanita juga mempengaruhi laki-laki yang akan berkembang ketika resorpsi tulang terjadi terlalu cepat atau ketika formasi terjadi terlalu lambat. Osteoporosis kemungkinan akan terjadi jika anda tidak mencapai massa tulang puncak selama waktu pembentukan tulang.

FAKTOR-FAKTOR RESIKO YANG TIDAK DAPAT ANDA UBAH :
JENIS KELAMIN - kemungkinan anda terkena osteoporosis lebih besar bila wanita. Wanita memiliki jaringan tulang yang kurang dan kehilangan tulang lebih cepat dibandingkan pria oleh karena perubahan yang terjadi terkait menopause.
USIA – semakin tua usia anda, resiko anda terkena osteoporosis semakin besar. Tulang anda menjadi lebih tipis dan lemah seperti bertambahnya usia anda.
UKURAN TUBUH – wanita dengan tulang yang tipis dan kecil memiliki resiko yang lebih besar
RAS – wanita Asia dan Kaukasia memiliki resiko yang paling tinggi. Wanita Afro-Amerika dan Hispanik memiliki resiko yang lebih rendah akan tetapi resiko yang signifikan.
SEJARAH KELUARGA – resiko fraktur dapat terjadi karena bagian dari keturunan. Anda yang memiliki orang tua dengan sejarah terjadinya fraktur, kemungkinan juga akan terjadi penurunan massa tulang dan beresiko terjadi fraktur

FAKTOR-FAKTOR RESIKO YANG DAPAT ANDA UBAH :
HORMON SEX – Ketiadaan menstruasi yang abnormal pada periode menstruasi (amenorrhea), kadar estrogen yang rendah (menoupause) dan kadar testoteron pada laki-laki yang rendah dapat membawa kepada osteoporosis.
ANOREKSIA NERVOSA- Ditandai dengan rasa takut yang tidak rasional akan kelebihan berat badan, kelainan pola makan ini dapat meningkatkan resiko osteoporosis
ASUPAN KALSIUM DAN VITAMIN D – Pola makan yang rendah kalsium dan vitamin D akan membuat anda cenderung kehilangan massa tulang.
PENGGUNAAN OBAT-OBATAN – Penggunaan jangka panjang glukokortikoid dan beberapa anti konvulsan dapat menyebabkan terjadinya kehilangan kepadatan tulang dan fraktur
GAYA HIDUP – Gaya hidup yang tidak aktif atau istirahat berbaring yang lama akan cenderung untuk melemahkan tulang
MEROKOK – Rokok buruk untuk tulang, juga untuk jantung dan paru-paru
ASUPAN ALKOHOL – Konsumsi alkohol yang berlebihan akan meningkatkan resiko kehilangan tulang dan fraktur

PENCEGAHAN
Untuk mencapai massa tulang yang optimal dan pembentukan jaringan tulang yang terus menerus, terdapat beberapa faktor yang harus anda pertimbangkan :
KALSIUM :
Suplai kalsium yang tidak mencukupi akan memiliki andil terjadi osteoporosis. Banyak penelitian yang menunjukkan bahwa rendahnya asupan kalsium dikaitkan dengan rendahnya massa tulang, kehilangan tulang yang cepat, dan angka kejadian fraktur yang tinggi.
Sumber kalsium yang baik termasuk produk susu rendah lemak seperti : susu, yogurt, keju dan es krim; sayuran berdaun hijau tua seperti : brokoli, bayam,  sayuran lainnya; ikan sardin dan salmon dengan tulangnya; tahu; kacang almond; dan makanan yang diperkaya dengan kalsium, seperti jus jeruk, sereal dan roti.

REKOMENDASI ASUPAN KALSIUM (mg/hari)
NATIONAL ACADEMY OF SCIENCES (1997)
osteoporosis
VITAMIN D :
Vitamin D memainkan peranan penting pada penyerapan kalsium dan kesehatan tulang. Vitamin D secara alami dibentuk di kulit melalui paparan sinar matahari. Sementara banyak orang yang mampu mendapat cukup vitamin D secara alami, ada beberapa penelitian memperlihatkan produksi vitamin D menurun pada manula, pada orang yang lebih banyak berada di dalam rumah dan pada orang-orang  selama musim dingin.  Tergantung pada situasi , anda mungkin memerlukan supplemen untuk memastikan asupan vitamin D harian antara 400-800 UI (Unit Internasional).

LATIHAN :
Seperti halnya otot, tulang merupakan jaringan hidup yang memiliki respon terhadap latihan dengan menjadi lebih kuat. Latihan beban merupakan yang terbaik untuk tulang anda sebab akan memaksa anda melawan gravitasi. misal : jalan-jalan, mendaki, jogging, menaiki tangga, latihan beban, tenis dan dansa.

MEROKOK :
Merokok berakibat buruk pada tulang anda, juga jantung dan paru-paru. Wanita yang merokok memiliki kadar estrogen yang lebih rendah dibandingkan bukan perokok dan mereka sering mendapat menopause lebih dini. Merokok juga menyebabkan penyerapan kalsium dari makanan rendah.

ALKOHOL :
Konsumsi alkohol secara rutin 2 – 3 ons sehari dapat merusak tulang rangka, bahkan pada pria dan wanita muda. Mereka yang peminum berat lebih cenderung kehilangan tulang dan fraktur, sebab selain karena nutrisi yang buruk dan juga meningkatkan resiko terjatuh.

OBAT-OBATAN YANG MENYEBABKAN KEHILANGAN TULANG :
Penggunaan jangka panjang panjang:
Glukokortikoid (obat yang banyak diresepkan berbagai penyakit termasuk : arthritis, asthma, penyakit Crohn, lupus dan penyakit lain pada paru-paru, ginjal dan hati) dapat menyebabkan kehilangan kepadatan tulang dan fraktur.

Phenytoin dan barbiturat; obat anti kejang.
Gonadotropin Releasing Hormon (GnRH) yang digunakan untuk mengobati endometriosis.

Preparat alumunium untuk antasida; pengobatan kanker tertentu dan kelebihan hormon tiroid.

GEJALA-GEJALA
Osteoporosis sering disebut “silent disease” karena kehilangan tulang terjadi tanpa gejala. Orang mungkin tidak mengetahui bahwa mereka terkena osteoporosis sampai tulang mereka menjadi lemah sehingga bila mendadak adanya ketegangan pada tulang, tabrakan dan terjatuh akan menyebabkan faktur pada tulang seperti pada tulang paha atau kolaps tulang belakang. Kolaps tulang belakang biasanya dimulai dengan rasa sakit yang parah dibagian punggung, kehilangan tinggi atau kelainan (deformitas) tulang belakang seperti kiposis (postur tubuh bongkok yang parah)

DETEKSI
Berkenaan dengan pengukuran medis yang lengkap, dokter anda mungkin merekomendasikan bahwa massa tulang anda untuk diukur. Pengukuran dengan alat ukur BMD (Bone Mineral Density) merupakan cara terbaik untuk menentukan kesehatan tulang anda.
Pengukuran BMD dapat mengindentifikasi osteoporosis, menentukan resiko  terjadinya fraktur dan mengukur respon pengobatan osteoporosis yang dijalani.

Alat BMD digunakan sebagai :
    Mendeteksi kepadatan tulang yang rendah sebelum terjadinya fraktur
    Menegakkan diagnosa osteoporosis jika anda telah mengalami satu atau lebih fraktur
    Memperkirakan kemungkinan fraktur di masa mendatang
    Menentukan kehilangan angka tulang anda dan/ atau memonitor manfaat dari pengobatan jika pengukuran dilakukan pada dengan interval satu tahun atau lebih.

PENGOBATAN
Program pengobatan osteoporosis yang menyeluruh termasuk perhatian atas nutrisi yang seharusnya, latihan dan perihal keamanan untuk mencegah terjatuh yang dapat mengakibatkan fraktur. Sebagai tambahan, dokter anda mungkin meresepkan suatu pengobatan untuk mencegah atau menghentikan kehilangan tulang, meningkatkan massa tulang dan mengurangi resiko terjadinya fraktur.

NUTRISI
Makanan yang kita makan mengandung berbagai vitamin, mineral dan nutrien lain yang penting untuk membantu agar tubuh tetap sehat. Seluruh nutrien ini diperlukan secara seimbang, khususnya kalsium dan vitamin D diperlukan untuk memperkuat tulang, jantung anda, otot dan fungsi saraf secara alami.

LATIHAN
Latihan merupakan komponen penting untuk program pencegahan dan pengobatan osteoporosis. Latihan tidak hanya meningkatkan kesehatan tulang anda, tetapi juga meningkatkan kekuatan otot, koordinasi dan keseimbangan  sehingga secara keseluruhan menjadi lebih baik. Latihan itu baik untuk seseorang dengan osteoporosis, sebaiknya jangan mendadak melakukan latihan yang menyebabkan ketegangan pada tulang secara berlebihan, dokter anda dapat merekomendasikan latihan yang spesifik untuk memperkuat dan mendukung punggung anda.

TERAPI PENGOBATAN
Saat ini alendronate, raloxifen, risedronate dan ibandronate disetujui oleh FDA (AS) untuk mencegah dan mengobati osteoporosis pasca menopause. Teriparatide disetujui untuk mengobati osteoporosis pada wanita pasca menopause dan laki-laki yang beresiko tinggi terjadinya fraktur.  Terapi hormon/estrogen (TH/TE) disetujui untuk mencegah osteoporosis pasca menoupause dan kalsitonin disetujui untuk pengobatan. Sebagai tambahan, baik alendronate dan risedronate disetujui untuk digunakan oleh laki-laki dan wanita pada osteoporosis yang disebabkan glukokortikoid.

PENCEGAHAN TERJATUH
Pencegahan terjatuh merupakan perhatian khusus ditujukan untuk laki-laki dan wanita dengan osteoporosis. Terjatuh dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya fraktur pada tulang paha, tulang lengan, tulang belakang atau bagian lain dari rangka. Selain faktor-faktor lingkungan di bawah ini, terjatuh dapat juga disebabkan oleh gangguan pengelihatan dan atau keseimbangan, penyakit kronis yang mempengaruhi mental atau fungsi fisik dan pengobatan tertentu, seperti obat yang menyebabkan mengantuk dan obat anti depresi. Hal ini penting agar anda yang mengalami osteoporosis dapat lebih perduli pada perubahan fisik yang mempengaruhi keseimbangan dan gaya berjalan serta mau mendiskusikan perubahan tersebut dengan penyedia jasa kesehatan. Berikut ini beberapa tips untuk membantu mengurangi faktor lingkungan sekitar yang akan menyebabkan terjatuh.

DI LUAR RUANGAN :
    Gunakan tongkat atau alat bantu berjalan untuk menambah keseimbangan
    Gunakan sol sepatu dari karet untuk lebih melekat
    Berjalan di atas rumput bila jalan yang akan dilalui licin
    Hati-hati dengan lantai yang mengkilat, akan menjadi licin dan berbahaya jika basah
    Gunakan alas plastik atau karpet bila memungkinkan

DI DALAM RUANGAN :
    Menjaga ruangan bebas dari sandungan, khususnya di atas lantai
    Menjaga permukaan lantai tetap halus tetapi tidak licin
    Gunakan alat bantu, sepatu tumit rendah bahkan ketika di rumah
    Hindari berjalan hanya menggunakan kaos kaki saja, stoking atau bahan yang licin
    Pastikan bagian belakang karpet atau permadani anti licin atau melekat pada lantai
    Pastikan ruangan tangga baik penerangannya dan tangga memiliki pengangan tangan dikedua belah sisinya.
    Pasang untuk pegangan tangan pada dinding kamar mandi dekat bak mandi, shower dan toilet
    Gunakan keset karet pada tempat shower atau bak mandi
    Simpan lampu senter dengan baterai yang masih baik kondisinya di samping tempat tidur anda
    Jika menggunakan  tangga portable untuk menggapai ketinggian yang sulit dijangkau, gunakan tangga portable yang kokoh yang memiliki pengangan tangan dan anak tangga yang lebar
    Tambahkan pegangan di langit-langit pada ruangan yang diterangi oleh lampu
    Pertimbangkan untuk membeli telepon tanpa kabel sehingga anda tidak harus tergesa-gesa untuk menjawab telepon ketika berbunyi, atau anda juga dapat memanggil bantuan jika terjatuh.

(http://mukipartono.com/mengenal-osteoporosis/)